Tampilkan postingan dengan label Out Of Topic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Out Of Topic. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Ulang Tahun Kah..



Ulang taun…

Semua orang begitu seneng sama ulang taun, sampe2 ada yang sampe nangis gara2 gak ngrayain ultah. Di umur gw yang semakin tuwir ini tiba2 kepala gw ada yang mukul buat sadar akan ‘apa maksud ultah?’ Yang jelas concern banget ama yang namanya awal kehidupan, gimana proses selanjutnya kita bisa mengerti ini itu. Akan tetapi… cuman mau ngerti ini itu di permukaan pokoknya asal seneng, tanpa mau menyadari hakekat sesungguhnya. Emang sih semua, termasuk setan, binatang juga pengen bahagia…, tapi kita sebagai makhluk yang bisa berpikir kadang bahkan kebanyakan gak pernah mau melatih kesadaran pikiran, berpikir secara seimbang soal kehidupan dan kematian ==> sesuatu yang pasti, tapi kebanyakan malah dihindari bahkan pamali untuk dibahas. Alhamdulillah gw mulai ngerti pelan-pelan dari orang bijak yang ngomong ke gw : ‘kalau kamu harus takut janganlah takut pada AKIBAT, karena akibat hanya proses yang mengikuti dan tidak bisa dihindari. Takutlah pada SEBAB, karena sebab adalah awal dari proses.”

Berdasarkan pengertian itu gw sadar kalo kematian adalah akibat yang tidak perlu dikhawatirkan, karena semuanya tidak kekal. Penyebab adanya gw karena gw dilahirkan dan diciptakan. konsekuensi negatif (fungsi invers dari hidup bahagia) nya harus mau menderita, sakit, dan mati. Kalo dipikir lagi ternyata penderitaan itu dampak dari ego kita yang maunya hidup enak terus, walopun kadang seenaknya sampe nyakitin makhluk sekitarnya. Dan kalo udah kena musibah malah menyalahkan orang bukannya introspeksi diri atas apa yang telah dilakukan masa lalu, dan menyadari akan perbuatannya sebagai sebab penderitaan sekarang.

Gue bahkan semua orang ngerti masalah baik dan buruk, tapi kalo udah kepepet masalah ego, yang baik bisa jadi buruk, yang buruk malah disanjung dan didukung. Padahal bos, yang bener akan tetep bener walopun harus ditutupi, difitnah, dihujat seperti halnya sekuntum bunga akan tetep berbentuk bunga walo ditaro di kubangan taik.

well, balik lagi masalah ultah. inget lahir seharusnya juga inget mati. Makin banyak ultah harusnya makin sadar kalo makin deket ma kematian. Makin deket mati harusnya makin sadar akan kehidupan selanjutnya sesuai amal / karma kehidupan sekarang. Berdoa memang bisa menenangkan hati, tapi perbuatan/ karma tetep akan mengikuti bos.

“tidak ada yang mengucapkan ulang tahun,

karena tidak ada yang ulang tahun.

Ulang tahun bukan hal baru, tapi hanya proses yang berulang.

kelahiran penyebab adanya kematian

Ini baru ucapan selamat ulang tahun…” sadari dan renungkan

semoga semua makhluk berbahagia, bebas menderita, bebas menyakiti, bebas derita fisik dan bathin

semoga semua makhluk mampu menjalankan kehidupannya dengan berbahagia di awal, di tengah, dan di akhir


Ulang Tahun



Hari ini ada yang bertambah dan ada yang berkurang.
Bertambah, ya aku bertambah tua.
Berkurang, ya jatah umurku di dunia ini semakin berkurang.
Orang bilang "menjadi tua itu pasti,
menjadi dewasa adalah sebuah pilihan".
Sebenarnya hari ini tidak ada yang spesial - bahkan terbilang sama - seperti hari - hari lainnya. Hanya saja hari ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan

Kembali aku merenung, apa saja yang sudah kulakukan di tahun lalu dan apa yang akan kulakukan di tahun depan.

Sejenak aku ingat sebuah filosofi :

MENIRULAH PRIBADI ORANG KAMU KAGUMI,
KARENA MENIRU ADALAH JALAN TERPENDEK UNTUK MENJADIKAN DIRI KAMU SAMA DENGAN PRIBADI YANG KAMU KAGUMI.
(Mario Teguh)

Kali ini, ijinkan aku meniru Mario saat berulang tahun, yakni menyampaikan perenungan singkatku atas hidupku, semoga dapat memberikan kekuatan bagi yang merasa lemah, jalan bagi yang merasa buntu, dan harapan bagi yang merasa hilang harapan.


Dulu, aku dalam manusia lamaku.
Dulu, aku sangat mengandalkan kekuatanku.
Dulu, aku selalu merasa tidak puas & bahagia.

Hingga akhirnya, aku mengalami badai hidup yang sangat besar.
Teringat saat itu, dimana tiap hari, batin ini bergumul, bagaimana mencegah bisikan untuk lari dari kenyataan ini,


Kini aku tersenyum saat mengingat pesan sebuah filsafat lagi :
“BERSYUKURLAH JIKA ENGKAU SUDAH DI LEVEL TERENDAH DALAM HIDUPMU, KARENA TIDAK ADA PILIHAN LAIN SELAIN UNTUK NAIK ”

Aku bersyukur karena pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Kusadari sepenuhnya... segala kehebatanku, kepandaian & kekuatanku, sudah tidak lagi berguna.

Pada suatu titik, aku memilih untuk berserah.
Aku bersyukur, disaat ku tak mampu lagi...aku memilih kembali kepada Sang Maha Pemampu.

Kusadari kini,
Aku sebenarnya berada dalam sekolah yang disebut kehidupan.
Ada kalanya ujian itu datang, tidak lain untuk meluluskan aku naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Tak peduli usiaku,
Tingkatan yang lebih tinggi hanya bisa diraih dengan lulusnya aku saat ujian/badai datang.
Jika anda belum lulus, setua apapun aku, aku masih belum naik tingkat.

Pilihanku,
Apakah aku akan lari dari setiap badai yang menerpaku,
ataukah aku akan mencoba melewati badai dengan mengandalkan kekuatanku sendiri,
atau aku akan melewati setiap badai dengan di beri kemudahan bersama Tuhanku?

Sesungguhnya hitungan nafas telah ditetapkan, hitungan detik telah diperhitungkan.
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi modal tapi tidak digunakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi nafas tapi disia siakannya,
Sebodoh bodohnya manusia adalah yang diberi waktu tapi disia siakannya.

Ya Allah,… Berilah aku kekuatan …

Walau tiada ucapan dan tanpa impian tercapi namum iman, harapan dan kasih selalui menyertai...

Selamat ulang tahun untuk orang-orang yang sedang berulang tahun....




Senin, 27 September 2010

Entahlah..

begitu munafiknya aku berkata..
begitu angkuhnya aku melangkah..
mudahnya aku merasa..
tak terkendali merajut dalam niat yang tak menjadi sempurna..

jika memang aku bukan tempat sandaran mu
biarkanlah ku disini menatap mu..
karena aku tau hati ini terlalu kotor untuk mu..

walau kesedihan pernah terlintas..
aku menilai mu bukan sesuatu yang sempurna..
dan..
bukan dari kelebihan yang kau punya..
namun ketulusan ku yang menginginkan mu..
hingga rasa keinginan ku tercipta..

yang terbaik untuk mu itu adalah hak mu..
aku ini terlalu lemah..
hati mu terlalu indah untuk ku miliki..
tiap langkah, ucapan dan keputusan mu itu kau yakini..
sedangkan aku seakan lumpuh..

hanya mampu diam membisu..
semua tak bisa ku lakukan..
walau hayal dan mimpi ku selalu hadir tentang dirimu..


aku tak tau apa yang harusnya ku lakukan untuk mu..
aku terlalu mudah untuk menyerah..
walau aku tau ketulusan ini begitu sangat terasa untuk ku..
bagiku sedikit pun aku tak pernah ada untuk mu..
hingga kau tak akan pernah memahami.. dan biarkan aku disini memahami

entahlah...

aku tak tau apa yang terjadi..
hingga esok dan nanti..
tetapi yang aku tau..
aku disini masih bermimpi untuk mu...

Mudik membawa bencana......

Sedih rasanya... lebaran ternyata malah membawa kesedihan yang mendalam.........

MERANGKUL KESEDIHAN, CINTA MELAHIRKAN KEAJAIBAN

Setiap manusia yang dilahirkan dengan sebuah kelengkapan perasaan, ada suka ada duka, ada sakit ada kenikmatan, ada kecintaan ada kepedihan, ada manis ada pahit, ada kebahagiaan dan ada kesedihan.
Mereka datang sebagai saudara kembar, yang silih berganti menjenguk kita, menemani kita dan membesarkan diri dan jiwa kita.

Cinta melahirkan keajaiban, cinta menciptakan pesawat terbang, menemukan benua Amerika, membuat komputer dan internet, serta mati di atas kayu salib. Cinta melahirkan kebesaran dan keagungan. Cinta yang agung salalu menyentuh kita dan menitikkan air mata haru.

Kita harus belajar menikmati kesedihan kita. Kegagalan adalah saudara kembar kesuksesan, tak ada arti tawa bila tangis tidak kita lalui. Lihatlah betapa dekat mereka: Orang yang sangat berbahagia akan menangis dan orang yang sangat sedihpun tertawa hambar. Hidup penuh dengan semua hal itu dan terjadi pada semua orang. Presiden ataupun tukang becak akan sama bahagia dan sedihnya menghadapi keagungan kehidupan ini.

Ketika kita sudah mulai dapat menikmati kesendirian kita tanpa kesepian, merangkul kesedihan kita tanpa menyalahkan, maka secara perlahan kita mampu mengupas duka kita sehelai demi sehelai dan menjadikannya rasa syukur dan suka cita.

Kata Khalil Gibran: Kebahagiaan adalah kesedihan yang telah terbuka kedoknya. Tawa dan tangis berasal dari mata air yang sama.

Ketika kita mengejar sukses dan kebahagiaan, kita akan terperangkap dan terjebak pada hutan liar, kupu2 hanya akan datang sendiri saat kita diam dan termenung menikmati kesedihan kita. Karena ketika ketenangan menjenguk kita, semua akan terlihat lebih terang, tanpa perlu menyilaukan.

Kegelapan dapat menyembunyikan meja, kursi, pohon, batu, gunung, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan cinta.

Nikmatilah apapun yang datang dan menjenguk anda. Arti terbesar hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan hidup ini sendiri. Tidak ada tujuan akhir, yang ada hanyalah sebuah perjalanan panjang yang harus kita nikmati.

Tidak ada kebencian, tidak ada penyesalan, tidak ada pengurbanan, yang ada hanyalah rasa syukur yang dalam dan cinta tanpa batas waktu.




haruskah terus melangkah dengan hati yang dingin
membiarkan yang terlewatkan mengering tak berdaun.?

Rabu, 22 September 2010

Printer ku Rusak ....


serba jengkel....
udah cari ke mbah Google tetep belum bisa ketemu cara untuk me reset ulang gara-gara error (E5)
walaupun bhs inggris saya akan coba untuk mempraktekkannya...
ini cuplikannya


1) With the printer powered off but connected to a power source, press the Power button while pressing and holding the Stop/ Reset button.
2) When the Power LED is lit, press the Stop/Reset button two times while pressing and holding the Power button.
3) When releasing the Power button and the Stop / Reset button (regardless of order), the printer will move into a service mode. (Waiting for menu selection)
4) When the LED lights in green, press the Stop/Reset button 4 times.

The above will get you to Service Mode (and clear the Waste Ink Counter if you wish) and is supposed to work for MP160 also.
Caution if your waste ink pad is full you could overflow if ignored.


Some of the new carts reportedly have fuses which blow if the ink gets too low, denying any further refilling.

To use refills, you will probably have to turn off your Status Monitor.
Go to your printer's Maintenance section.

untuk tema3 yang mempunyai permasalahan yang sama dengan printer Canon MP 160 bisa dicoba langkah tersebut diatas...

selamat mencoba..........

Muuuudikkkkk 2010

inilah perjalanan mudik (arus balik maksud saya) saya ke kota jakarta.....

Mudik biasa dimaknai sebagai proses kembalinya masyarakat urban, perantau ke kampung halaman. Mudik sinonim dengan pulang ke udik yang bisa bermakna asal daerah. Dan tradisi mudik menjelang perayaan Idul Fitri ini sudah menjadi kultur atau budaya sehingga saya memahaminya sebagai mudik kultural. Mudik sebagai fenomena kultural unik adanya dan mungkin hanya satu-satunya di penjuru dunia. Fenomena mudik telah menyita banyak perhatian dari seluruh kalangan; pemerintah, ekonom, sosiolog, hingga aparat kepolisian sehingga harus mengawal arus mudik dan arus balik dari komunitas pemudik pengguna sepeda motor.

Saya yakini bahwa motivasi mudik bukan semata-mata karena momentum perayaan Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri saya katakan hanya sebagai media yang memungkinkan proses mudik terjadi. Karena pulang ke kampung halaman di luar Idul Fitri, meski banyak ditempuh oleh komunitas perantau, kurang lazim disebut mudik, bukan? Ya. Inilah letak keunikan kultur atau budaya mudik.

Motivasi lain yang paling mengetahui adalah komunitas pemudik itu sendiri. Tapi, itu bisa diraba tentunya. Motivasi mudik bisa tergambar dalam upaya kembali ke tanah kelahiran setelah sekian lama ada di perantauan. Sub motivasinya; merayakan Idul Fitri di kampung halaman, menjalin tali silaturrahmi yang selama ini terputus karena kesibukan pekerjaan

Ada ungkapan hilir-mudik. Ada industri hilir, tapi tidak ada industri mudik. Kalupun ada, mungkin industri hulu, yang menurut saya sinonim dengan industri udik. Hilir-Mudik menggambarkan sebuah kesinambungan aktifitas yang tidak terputus, kontinyu. Ada saat berada di hilir, ada saat berada di udik. Jika hilir diasumsikan sebagai pusat aktifitas, maka udik bisa juga diasumsikan sebagai tempat peristirahatan dari seluruh aktifitas. Ya, dan ini menemukan momentumnya pada saat Idul Fitri.

Saat dan selama mudik, kembali ke udik, adalah saat di mana aktifitas rutin pekerjaan diistirahatkan barang sejenak, untuk kemudian, pada saatnya, harus balik lagi lagi ke hilir pusat aktifitas dan pekerjaan. Dari sini kita mengenal; ada arus mudik dan arus balik. Menggunakan kata arus yang identik dengan aliran sungai (dari hulu ke hilir) lagi-lagi menandakan adanya aktifitas yang kontinyu. Bagi saya, penggunaan kata arus dalam konteks arus mudik dan arus balik tidak lain menggambarkan deras-nya prosesi mudik dan prosesi balik.

Bagaimana tidak, arus mudik hampir pasti diwarnai dengan berjubelnya penumpang Kereta Api, Pesawat Terbang, Kapal Laut, Bus hingga kemacetan lalau lintas di jalan raya karena berjejalnya mobil pribadi pemudik atau mobil yang disewa sebatas untuk mudik. Demikian juga halnya dengan arus balik yang hampir dapat dipastikan diikuti oleh pertambahan jumlah arus balik; yaitu calon perantau-perantau baru yang idealnya ingin mencari pekerjaan di kota-kota besar, seperti Bandung, Surabaya, Jakarta dan kota-kota lain di sekitarnya.

Rangkaian seperti itulah yang telah membuat Mudik Idul Fitri sebagai sebuah kultur yang fenomenal dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dan kultur mudik, arus mudik dan arus balik, akan tetap menjadi fenomena di masa yang akan datang. Setidaknya, selagi Idul Fitri dirayakan oleh bangsa kita. Mengapa oleh bangsa kita? Ya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Idul Fitri tidak lagi dirayakan eksklusif oleh Umat Islam Indonesia. Non-muslim pun ikut “merayakan” Idul Fitri, setidaknya ada dalam wilayah merayakan secara kultural melalui fenomena mudik, arus mudik dan arus balik.

Pada ketiganya –mudik, arus mudik dan arus balik, saya yakini tidak sedikit selain umat Islam yang ada di dalamnya. Kalaupun tidak demikian, mereka –selain umat Islam –ada dalam kerangka “merayakan” Cuti atau Liburan Idul Fitri: sebuah sisi lain dari Idul Fitri sebagai bagian dari Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin.

Senin, 31 Mei 2010

Beredar Nama WNI Diduga Tewas di Gaza


TEMPO Interaktif, Jakarta -Kabar tewasnya satu orang warga negara Indonesia di perairan Tel Aviv, dalam aksi penghadangan bantuan menuju jalur Gaza oleh tentara Israel, semakin santer. Meski kantor Medical Emergency Rescue Comitee atau Mer-C di Jakarta belum membenarkan kabar tewasnya WNI tersebut, namun nama korban yang diduga tewas terkena berondongan peluru tentara Israel itu telah beredar.

"Memang beredar kabar tentang tewasnya seorang WNI tersebut. Tapi kebenaran kabar itu belum dapat dikonformasi, nama dan identitas korban pun belum kami dapat, terima kasih," ujar salah seorang anggota Mer-C, dr Riza kepada TEMPO, Senin (31/5), di Jakarta.

Namun, sumber TEMPO mengatakan, seorang korban yang diduga tewas itu ialah bekas wartawan bernama Wisnu. "Kabarnya namanya Wisnu, eks wartawan yang dikabarkan tewas. Istrinya juga bekas wartawan salah satu surat kabar berbahasa asing di Indonesia," ungkap sumber tersebut. Namun kembali, sumber tersebut menyatakan kabar tersebut masih simpang siur. "Masih belum terkonfirmasi secara pasti."

Sementara pihak Mer-C melalui Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengutuk keras aksi Israel tersebut. “Dunia wajib mengutuk serangan Israel terhadap relawan kemanusiaan yang berada di kapal Mavi Marmara,” tegasnya seperti dikutip situs Mer-C. Serangan Israel tersebut dilakukan sekitar pukul 4 dinihari waktu setempat. Israel menyerang dengan menggunakan helikopter dan sejumlah pasukannya diturunkan di kapal “Mavi Marmara”.

Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah karena pasukan Israel masih menguasai kapal bantuan “Mavi Marmara” yang mengangkut sekitar 500 lebih relawan dan aktifis kemanusiaan dari berbagai Negara. "Hingga saat ini, kami masih belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai identitas relawan yang menjadi korban karena hubungan komunikasi yang masih terputus dengan Tim MER-C yang berada di kapal tersebut," ungkap Sarbini.



http://tempointeraktif.com/hg/politik/2010/05/31/brk,20100531-251676,id.html

Waduh, Granat Aktif Jadi Mainan Bocah!

Liputan6,com, Bantul: Sebuah granat aktif ditemukan di selokan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (31/5). Granat jenis nanas tersebut ditemukan kali pertama oleh sejumlah anak yang sedang bermain di selokan desa setempat. Oleh anak-anak, granat tersebut sempat dijadikan benda mainan.

Beruntung, seorang warga memergoki mereka. Ia kemudian segera meminta granat tersebut untuk diserahkan ke Kepolisian Sektor Bambanglipuro. Tim Gegana Brigade Mobil Kepolisian DIY yang turun ke lokasi memastikan granat nanas tersebut masih aktif kendati kunci pemicunya sudah terlepas. Diperkirakan, pegas yang lemah membuat granat tersebut tidak meledak seketika. Namun karena sewaktu-waktu bisa meledak, tim Gegana pun memutuskan untuk meledakkannya.

Dengan membuat lubang sedalam satu meter di sebuah tanah lapang, granat tersebut diledakkan dari radius 200 meter. Peledakan granat tersebut mengundang perhatian warga yang ingin menyaksikan proses peledakan.(BJK/ANS)